Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sunday, July 12, 2009

Tawar-menawar dengan Tuhan

Situs Alternatif Download Khotbah
===============================================================

Pak Pendeta... Saya tergelitik mendengar khotbah kesaksian seorang hamba Tuhan tentang masa lalunya yang jauh dari Tuhan. Selain kejam terhadap istri, dia dulu bekerja di tem

Untuk menyelamatkan sang istri, dokter harus “mengorbankan” jabang bayi yang baru berusia delapan bulan. Menghadapi kenyataan sulit ini, sang suami memohon pada Tuhan agar menyelamatkan istri dan bayinya itu. Dia berjanji akan sungguh-sungguh ikut Tuhan jika istri dan bayinya itu diselamatkan. Singkat kata, doanya memang terkabul, istri dan anaknya selamat. Keluarganya dipulihkan menjadi rukun damai. Sang suami menjadi hamba Tuhan.

Pertanyaan saya, apakah kita berhak melakukan “tawar-menawar” dengan Tuhan, seperti dilakukan hamba Tuhan tersebut? Artinya, andaikata permohonannya tidak dikabulkan Tuhan, jalan hidupnya tentu lain. Bukankah kita harus siap menerima apa pun kehendak Tuhan, bukan malah melakukan tawar-menawar dengan-Nya?

Melky Pamatar

Jl Pemuda, Rawamangun

Jakarta Timur


TAWAR-menawar dengan Tuhan? Sebuah pertanyaan yang lahir dari sebuah per-nyataan yang mengundang kon-troversi. Ya, memang sulit memba-yangkan dalam konteks iman Kris-ten, yang mengakui bahwa Tuhan adalah Pencipta, Allah yang ber-daulat, dan Allah yang maha dalam segal aspek. Sementara manusia, adalah ciptaan, yang oleh pemazmur disebut hanya sebutir debu yang tampak, namun dengan mudah se-gera lenyap, atau rumput yang mudah layu hanya dalam bilangan hari (Mazmur 103: 14-16).

Nah, sementara tawar-menawar itu berarti selevel, sebuah posisi sejajar. Masak iya, Allah dan ma-nusia sejajar sehingga bisa terlibat tawar-menawar. Di sisi lain, apakah Allah sudah tidak lagi mahatahu, sehingga harus memperhatikan dan memperhitungkan tawaran manusia. Memang ada indikasi se-perti itu di Perjanjian Lama (PL), namun harus dibaca dengan teliti. Mari kita lihat “tawar-menawar “ antara Allah dengan Abraham, da-lam Kejadian 18. Pasal ini seringkali diterjemahkan oleh banyak oknum sebagai tawar-menawar. Jika kita baca sekilas, memang tampak ke-san tawar-menawar di mana Abra-ham menawar dari 50 hingga 10 orang benar, apakah Allah masih akan memusnahkan Sodom dan Gomora. Dan, tampaknya Tuhan “memenuhi tawaran” Abraham, dan setuju jika ada 10 orang benar maka Sodom dan Gomora akan diselamatkan.

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Arsip Blog

Konsultasi Teologi

VIDEO

Entri Populer