Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Thursday, July 23, 2009

GEREJA “BERLEBARAN”

Situs Alternatif Download Khotbah
===============================================================

Hari raya Idul Fitri, yang akrab kita sebut lebaran, di Indonesia punya kesibukan luar biasa dan dalam skala besar. Kesibukan yang melibatkan berbagai lapisan dan bidang. Persediaan barang yang harus dikontrol demi kestabilan harga, juga alat transportasi ekstra untuk lalu lintas para pemudik. Belum lagi pengaturan jalan yang cukup melelahkan pak polisi. Banyak ide dan tenaga yang dibutuhkan demi kelancaran lebaran. Hal ini, sesungguhnya merupakan kesempatan baik bagi gereja untuk ambil bagian “berlebaran”, meringankan beban saudara sebangsa setanah air. Gereja “berlebaran”, itu berarti, sebagai majikan yang kristiani, harus berani dan rela memberi (uang ekstra, bingkisan, tiket), kepada pembantu dirumah yang kebetulan berlebaran.

Hal itu akan sangat menolong mereka meraup kesukacitaan bersama keluarga dikampung halaman. Kesukacitaan yang terlupakan, majikan yang dikenang, dan mereka akan membayarnya denga kesetiaan dan kisah kepada handai taulan akan kebaikan majikan. Mungkin tak semua membalas budi bahkan seringkali air susu berubah menjadi air tuba, namun ingat, bukankah berbuat baik adalah panggilan gereja (Galatia 6:10)? Apapun resikonya! Jadi janganlah berhitung resiko melainkan kesempatan berbuat baik. Jangan sampai anda berhutang kebaikan (Roma 13:8), karena tidak membayar kesempatan yang Tuhan berikan. Kesempatan berbuat baik yang seringkali terabaikan oleh gereja, kerap mendatangkan petaka yang disesali berkepanjangan. Gereja harus berani mengkoreksi diri, bahwa banyak masalah yang muncul karena kelalaian berbuat baik. Sehingga banyak kesulitan yang dialami gereja kurang bernilai Salib (kesulitan bukan karena kebenaran tetapi kelalaian).

Jadi, sebagai gereja, sendiri anda dapat berkarya, alangkah luar biasanya jika semua bersama melakukannya. Pasar murah, juga sebuah ide bersama yang sangat membantu. Kebutuhan pokok yang cenderung melambung dimasa lebaran, menjadi beban tersendiri bagi masyarakat kurang mampu. Nah, ingin berbagi kasih? Jangan Cuma teori atau retorika mimbar yang tak berwujud, ini kesempatan emas anda untuk mewujudkannya. Buatlah pasar murah diseputar gedung gereja. Tak perlu menempelkan ayat ayat Alkitab pada produk yang dijual. Cukup senyum, dan harga murah, mereka sudah tahu anda orang yang baik. Begitu sederhananya mewujudkan kebaikan, tapi kita terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan gereja yang tidak bersinggungan dengan masyarakat sekitar. Berbagai seminar yang berkisah tentang pengabdian, namun tidak kunjung terwujud dalam tindakan. Gereja “berlebaran” adalah sebuah kesmpatan, bukan akhir sebuah perjalanan pelayanan.

Kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama manusia yang berbeda keyakinan. Berinterksi dalam keutuhan rasa kemanusiaan, kepedulian, kebersamaan, yang akan menceritakan bahwa kita betul betul manusia yang sudah diperbaharui Tuhan. Berbagai reaksi negatif dalam menyikapi perbedaan agama, tak perlu direspon dengan cara yang sama. Sebaliknya, gereja harus elegan menunjukkan kedewasaannya sebagai manusia, yang muncul kepermukaan sebagai wujud keberimannannya. Menyalahkan orang lain, merasa diri panggil unggul, bahkan meniadakan yang lain sungguh tidak mencerminkan citra manusiawi. Jadi gereja harus menjadi gereja dengan mewujudkan panggilanya. Yang paling benar itu Tuhan bukan gereja, yang paling berkuasa itu Tuhan bukan gereja. Tuhan itu omnipoten, omni present. Dan Tuhan yang maha kuasa dan maha hadir itu melihat semua yang terjadi dibumi ciptaannya. Dia akan bertindak untuk menyelesaiikan semua masalah dengan caraNya dan didalam waktuNya. Itu, kalau Tuhan anda anggap Tuhan, jika tidak, anda akan terpancing melakukan segalanya dengan cara anda, seakan ingin “menolong Tuhan” yang tidak berdaya menolong dirinya sendiri.

Kalau yang lain melakukan itu, yang pasti gereja tidak boleh menirunya. Gereja harus menyadari, dipanggil bukan untuk menghakimi, melainkan mengasihi, bukan untuk menolong Tuhan, melainkan melayani DIA. Kesadaran yang utuh akan menolong gereja hadir dibumi dan menjadi model yang disukai, modal yang diandalakan, dan motor utama penggerak kehidupan yang tertib dan mampu bersama dalam perbedaan yang ada. Gereja “berlebaran” sudah seharusnya. Sudahkah anda “berlebaran”? atau semakin menyempit saja, karena terkurung semangat fanatisme yang salah. Akhirnya selamat “berlebaran”, berbagi rasa dan membuat saudara kita umat Islam, bisa merasakan dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagian, karena kita sebagai gereja juga turut merasakan hal yang sama. Alangkah indahnya ketika gereja “berlebaran”.

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Arsip Blog

Konsultasi Teologi

VIDEO

Entri Populer