Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sunday, July 12, 2009

Mana Lebih Mulia: Antara Taurat dengan Injil?

Situs Alternatif Download Khotbah
===============================================================

Bapak Pendeta yang terhormat, saya berterima kasih karena tabloid REFORMATA menawarkan kesempatan kepada setiap pembaca untuk mengajukan pertanyaan seputar isi Alkitab. Untuk itu saya ingin mengajukan sejumlah pertanyaan sebagai berikut:
  1. Apakah 10 Hukum Taurat berlaku kekal, wajib ditaati umat Kristen?
  2. Apakah Rasul Paulus menaati Hukum Taurat dan mewajibkan murid-muridnya untuk menaatinya juga?
  3. Apakah perbedaan ajaran Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB)?
  4. Siapakah yang dapat menaati Hukum Taurat?
  5. Bila menaati Hukum Taurat apakah kita akan masuk sorga?
  6. Hukum Taurat menuntut setiap orang yang melanggarnya segera dihukum mati. Apakah hal itu sampai sekarang masih berlaku?
  7. Menurut Alkitab, bagi siapakah Hukum Taurat itu berlaku?
  8. Antara Taurat dengan Injil, mana lebih mulia?
  9. Apa sebab Yesus ditangkap, diadili, disalibkan. Oleh kehendak siapa dan dipersalahkan oleh siapa, sampai Yesus harus dihukum mati menurut Alkitab?

Demikian pertanyaan saya, mohon dijawab disertai pasal dan ayat Alkitab. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Paul W.
K.S. Tubun - Jakarta Barat

-------------------------------------------------------------------

Wow, luar biasa! Anda sangat bermurah hati dalam mengajukan pertanyaan, sampai-sampai saya merasa seperti mendapat superbonus dari Anda. Tadinya saya berniat untuk menyunat pertanyaan Anda, tapi rasanya bagus juga menjawab semuanya walaupun serba singkat. Tetapi saya usahakan to the point dan kritis tentunya. Saya berharap lulus dari ujian Anda. (Ha ha ha, hanya guyon, biar sersan: serius tapi santai).

  1. Ya. Yesus sendiri berkata, DIA datang bukan untuk menia-dakan Hukum Taurat melainkan menggenapinya (Mat 5:17-18). Hanya saja, seluruh semangat Taurat harus dipahami dalam perspektif yang baru yaitu: Kasih kepada Allah dan sesama (Mat 22: 37-40). Karena pada hukum Kasih inilah seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi berpusat. (baca, Mat 19:16-26)
  2. Ya, karena itu Rasul Paulus berkata, Justru karena hukum Taurat, aku telah mengenal dosa (Rom 7:7). Memang, di Roma ada tuduhan terhadap Paulus seakan-akan dia menia-dakan hukum Taurat. Tetapi ada semangat baru di sana, bukan saja karena Taurat sebagai kewajiban agama, tetapi iman-lah yang menyelamatkan (Rom 1:16-17).
  3. Secara sederhana PL lebih mengacu pada nubuatan akan Mesias (kejatuhan dan pengha-rapan akan keselamatan), dan PB adalah penggenapan nubuat itu. Tapi ini kurang tepat disebut sebagai perbedaan, melainkan dua bagian dari sebuah kesatu-an yang tidak terpisahkan.
  4. Semua orang percaya dapat menaati hukum Taurat, karena diberi kuasa oleh Tuhan Yesus (Yoh 1:12). Bagaimana proses pembaharuannya? (Baca Rom 12:2 dan Ef 4:17 32).
  5. Kita masuk surga kalau percaya Yesus adalah Tuhan dan juru selamat (Yoh 3:16, 14: 6). Tetapi sebagai orang yang telah diselamatkan, kerjakanlah kese-lamatanmu (Fil 2:12-13, dengan hidup sesuai Taurat (lihat point 1, baca ulang Mat 22, Mat 19).
  6. Ya, tapi bukan dalam pengertian harafiah, melainkan rohani, yakni mati dalam dosa (I Yoh 3: 9-10). Dan jangan lupa, kalau dalam PL pertarungan kita adalah melawan daging, semen-tara dalam PB pertarungan roh-roh di udara (Ef 6.12).
  7. Hukum Taurat berlaku bagi semua orang percaya (lihat juga jawaban point 1, 4, 5).read more »

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Arsip Blog

Konsultasi Teologi

VIDEO

Entri Populer