Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Saturday, June 20, 2009

Koruptor, Tidak Takut pada Tuhan

Situs Alternatif Download Khotbah
===============================================================

BAGI orang yang sudah tidak punya rasa takut lagi pada Tuhan, berbuat dosa menjadi suatu kenikmatan. Jelas pula bahwa hati nuraninya sudah mati. Hati nurani yang mati tidak lagi mampu memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan. Kita perlu menyadari betapa me-ngerikannya jika orang sudah tiba pada posisi seperti ini. Seharusnya, ketika melihat hal seperti itu, orang Kristen menjadi berbelas kasihan. Orang ini ada pada kondisi rawan dan sangat memba-hayakan. Di Roma 3: 9-20, Paulus menggambarkan seperti apa manusia yang jatuh ke dalam dosa itu.
Seseorang yang keberdosaan-nya sudah mencapai titik nadir, di mana dia tidak lagi takut pada Tuhan, akan melakukan per-buatan-perbuatan yang menge-rikan. Karena itu pertarungan orang Kristen yang benar itu tidak gampang. Karena kita akan menghadapi orang-orang yang kita benci. Orang-orang seperti ini secara kasat mata dibenci karena perbuatan-perbuatannya yang tidak baik, tetapi di sisi lain dia adalah orang yang harus diselamatkan. Bayangkan, betapa beratnya ketika Yesus harus mati di kayu salib menebus orang-orang seperti itu, dan itulah yang kita hadapi. Karena itu jangan memudah-mudahkan kekristenan. Kita tidak mungkin mengerjakannya kecuali dengan pertolongan Roh Kudus. Karena itu kita harus melengkapi diri untuk terus maju supaya di dalamnya nama Tuhan ditinggikan dan dimuliakan.

Apa yang terjadi dalam kehidupan, kita harus jeli memahami sehingga sebagai orang Kristen kita mampu menolong dan menyelamatkan banyak orang. Karena itu jangan pernah bermain-main dengan dosa. Dan jangan pernah menganggap remeh dosa. Kita sebagai orang percaya terpanggil untuk menolong mereka yang terjebak pada perangkap jahat itu, yang tidak berdaya melepaskan diri. Sebab mereka tidak lagi menghargai diri sendiri, mereka merusak dan menganiaya diri sendiri, entah dengan mengonsumsi obat-obatan atau dengan gaya hidup apa pun itu, mereka membuat dirinya tidak berharga.

Sangat menakutkan. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan tidak salah. Bahkan makin jauh mereka akan menganggap bahwa orang yang tidak melakukan apa yang mereka lakukan, itu yang salah. Sehingga mereka tidak akan merusak dirinya sendiri saja, tetapi membawa orang lain untuk dirusak. Merusak orang menjadi bagian dari kegiatan orang yang tidak lagi takut akan Tuhan. Ini sama dengan penjual narkoba yang sadar betul bahwa memakai narkoba itu merusak. Ini juga sama dengan germo yang menipu anak-anak perawan dari desa untuk diperjualbelikan keperawanannya.

Mereka juga sama dengan para koruptor yang saking buas dan rakusnya, tak risih mengorupsi hak-hak orang miskin. Dana untuk korban bencana alam pun disunat. Tetapi di masyarakat bisa jadi mereka punya kesan terhormat. Dalam pergaulan sosial mereka seperti orang-orang baik. Mereka bermain seperti Robin Hood: mencuri di malam hari, membagi hasil curian di siang hari. Mereka tidak lagi takut terhadap Tuhan, sehingga bersandiwara pun sangat pandai. Siang seperti malaikat, malam mereka bejat. Siang berbuat kebaikan, malam berbuat kejahatan. Sangat mengerikan. Mereka tidak peduli pada apa yang terjadi, mereka hanya peduli apa yang mereka alami. Mereka tidak peduli apa yang Tuhan suka, mereka hanya peduli yang mereka suka. Mereka tidak peduli apa yang menggembirakan hati Tuhan, mereka hanya peduli yang memuaskan hawa nafsu mereka.

Orang seperti ini sudah beradaptasi dengan kegelapan bahkan menikmati kegelapan itu. Dia tidak lagi suka pada titik-titik yang terang. Mungkin kau mulai berjalan perlahan ke titik itu, segeralah berhenti. Kemurahan Tuhan menolongmu. Jika tidak, kau akan membunuh nuranimu. Orang-orang yang hati nuraninya sudah mati, yang terus menolak kuasa Roh Kudus, yang sudah menikmati perbuatan-perbuatan jahatnya, adalah mereka yang menjadikan ritual-ritual gereja hanya topeng saja. Mereka mencari keuntungan tanpa rasa salah, bahkan tersenyum di atas kejahatan yang mereka lakukan.

Saham orang tua
Orang-orang Kristen makin sulit untuk menyelamatkan orang-orang yang sudah tidak takut akan Tuhan, karena mereka menikmati keberdo-saan itu dengan amat sangat vulgar. Kaum homoseks misalnya, bahkan membangun komunitas-komunitas sebagai pembenaran atas dosa, tanpa sedikit pun rasa takut pada Tuhan dan keinginan berbalik kepada Tuhan. Bagi mereka, ukuran merekalah yang paling penting dan paling pas.

Oleh karena itu, perhatikan sekitarmu. Jangan biarkan rasa tidak takut akan Tuhan itu muncul dan bertumbuh. Jika sejak kecil anak-anak tidak diajar untuk takut akan Tuhan secara positif, bagaimana dia saat remaja? Dan apa yang bisa diharapkan setelah dia dewasa? Kalau mereka “hilang” itu merupakan separoh saham dari orang tua. Karena itu, wahai para orang tua, berdoalah untuk anak-anakmu supaya mereka terpelihara pada jalan yang Tuhan kehen-daki. Takut akan Tuhan bertumbuh dalam hidup mereka dan mereka men-dapat kebahagiaan.

Ketika engkau melihat tidak ada lagi rasa takut pada Tuhan pada diri se-seorang, tangisi dia, ber-doa buat dia. Coba bicara, semoga pada titik-titik terakhir dia terselamat-kan. Kalaupun tidak, paling tidak engkau sudah melakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan, yaitu mengingatkan dia. Tetapi jangan lupa, contohkan bagaimana sebenarnya hidup yang benar itu.
Dunia sedang menuju kehan-curan. Persentase orang-orang yang tidak takut Tuhan semakin tinggi. Dengan kesadaran penuh mereka merusak diri, dengan sadar mereka melakukan korupsi, memperjualbeli-kan diri, dengan sadar mereka menjebak hidup orang lain untuk keuntungan diri sendiri. Mungkin Anda belum mampu melakukan hal yang baik, tapi minimal jangan sampai kehilangan rasa takut kepada Tuhan yang positif.
Kiranya Tuhan menolong dan memimpin kita. Selamat berpacu memenangkan jiwa. Tetapi awas, perhatikan dulu jiwa sendiri.
(Diringkas dari kaset khotbah oleh Hans P.Tan)

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Arsip Blog

Konsultasi Teologi

VIDEO

Entri Populer